Sekarang ini istilah mass storage atau media penyimpanan sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan perkembangannya sudah jauh meninggalkan kita jika kita tidak terus meng-update informasi yang berkaitan dengan mass storage tersebut. Dan yang mulai diperhatikan adalah SSD. Solid State Disk ini mulai dilirik menjadi alternatif storage media pengganti hardisk karena beberapa keunggulannya.
Arsitektur SSD
Sebuah SSD menggunakan SRAM dan DRAM, bukan flash memory. Sering disebut sebagai RAM-drive (tidak sama dengan RAM disk). Akhir-akhir ini, chip yang digunakan pada SSD sebagian besar berdasarkan memori flash NAND [2]. Chip pada memori berjenis NAND Flash ini mirip bentuknya dengan chip pada memori DDRAM, namun pada NAND bersifat non-volatile artinya tidak memerlukan arus listrik untuk menyimpan data.
Komponennya :
1.Cache : flash SSD yang menggunakan sejumlah kecil DRAM sebagai cache. Ini mirip dengan cache pada Hard disk Drive. Sebuah direktori pada blok penempatan dan pemakaian data juga disimpan dalam cache sementara drive beroperasi.
2.Energi penyimpanan : komponen lain SSD berkinerja tinggi adalah kapasitor atau beberapa baterai. Ini diperlukan untuk menjaga integritas data sehingga data dalam cache dapat tersimpan ke drive ketika daya drop; beberapa mungkin memiliki daya yang cukup lama untuk mempertahankan data dalam cache daya.
Keunggulan SDD
Berikut adalah beberapa keunggulan SSD jika dibandingkan dengan HardDisk, yaitu :
1.Konsumsi daya SSD lebih sedikit daripada konsumsi daya yang digunakan HDD. Hal ini menyebabkan SSD lebih tepat digunakan untuk perangkat mobile. Baterai dari perangkat itu akan dapat bertahan lebih lama diantara waktu charging.
2.SSD memiliki umur data lebih panjang dan lebih tahan lama dibandingkan HDD. Apabila pengguna mengalami benturan ringan pada notebooknya, maka kehilangan data akan dapat dihindari.
3.SSD memiliki kecepatan pembacaan dan penulisan yang relative lebih tinggi daripada HDD.
4.SSD memiliki bagian yang tidak bergerak sehingga mengakibatkan lebih tidak berisik dan panas.
5.Berat SSD sangat ringan. Jika dibandingkan dengan HDD maka beratnya 1/5 nya.
6.MTBF (Mean Time Between Failure) atau masa waktu pakai SSD lebih lama di atas 2 milyar jam sedangkan HDD hanya bisa digunakan maksimal 0.7 milyar jam.
Kekurangan SSD
Selain kelebihan yang banyak dimiliki SSD, tenru saja SSD juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu :
1.Pemakaian SSD memiliki implikasi keamanan. Contohnya, enkripsi dari data yang belum terenkripsi pada SSD berbasis flash ini tidak dapat dilakukan dengan aman. Karena pemakaian menyebabkan sector drive terenkripsi baru ditulis ke lokasi fisik yang berbeda dari lokasi yang asli sehingga data pada lokasi asli tetap tidak terenkripsi.
2.Harga SSD masih lebih mahal dibandingkan dengan HDD.
3.Kapasitas SSD dipasaran pun masih terbatas.
4.Asimetris kinerja pembacaan dengan penulisan pada SDD menyebabkan masalah dengan beberapa fungsi tertentu. Pada dasarnya, operasi penulisan dan pembacaan selesai dalam jangka waktu yang sama. Namun pada SSD ini memiliki kinerja penulisan yang lebih lambat jika dibandingkan dengan kinerja pembacaan.
Selengkapnya...
Senin, 05 Juli 2010
SOLID STATE DISK (SSD)
Perintah Dasar Sistem Operasi Linux
didalam Linux terdapat banyak sekali operasi-operasi yang ada di dalam sistem operasi linux, minimal bagi kita orang yang masih awam, minimal kita mengetahui perintah dasarnya saja, di artikel ini kita juga bisa langsung mencoba berbagai perintah dasar sistem Operasi Linux, Antara lain :
Percobaan 1 : Melihat identitas diri (nomor id dan group id)
$ id
Percobaan 2 : Melihat tanggal dan kalender dari sistem
1.Melihat tanggal saat ini
$ date
2.Melihat kalender
$ cal 9 2002
$ cal -y
Percobaan 3 : Melihat identitas mesin
$ hostname
$ uname
$ uname -a
Percobaan 4 : Melihat siapa yang sedang aktif
1.Mengetahui siapa saja yang sedang aktif
$ w
$ who
$ whoami
2.Mengubah informasi finger
$ chfn
Changing finger information for student.
Password:
Name[user wks]:
Office[]: Lab Pemrograman 2
Office Phone []: 2301
Home Phone []: 5947280
Finger information changed.
3.Melihat informasi finger
$ finger
$ finger
Percobaan 5 : Menggunakan manual
$ man ls
$ man man
$ man –k file
$ man 5 passwd
Percobaan 6 : Menghapus layar
$ clear
Percobaan 7 : Mencari perintah yang deskripsinya mengandung kata kunci yang dicari
$ apropos date
$ apropos mail
$ apropos telnet
Percobaan 8 : Mencari perintah yang tepat sama dengan kunci yang dicari
$ whatis date
Percobaan 9 : Manipulasi berkas (file) dan direktori
1.Menampilkan current working directory
$ ls
2.Melihat semua file lengkap
$ ls –l
3.Menampilkan semua file atau direktori yang tersembunyi
$ ls –a
4.Menampilkan semua file atau direktori tanpa proses sorting
$ ls –f
5.Menampilkan isi suatu direktori
$ ls /usr
6.Menampilkan isi direktori root
$ ls /
7.Menampilkan semua file atau direktori dengan menandai : tanda (/) untuk direktori, tanda asterik (*) untuk file yang bersifat executable, tanda (@) untuk file symbolic link, tanda (=) untuk socket, tanda (%) untuk whiteout dan tanda (|) untuk FIFO.
$ ls –F /etc
8.Menampilkan file atau direktori secara lengkap yaitu terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group dan mode atau atributnya.
$ ls –l /etc
9.Menampilkan semua file dan isi direktori. Argumen ini akan menyebabkan proses berjalan agak lama, apabila proses akan dihentikan dapat menggunakan ^c
$ ls –R /usr
Percobaan 10 : Melihat tipe file
$ file
$ file *
$ file /bin/ls
Percobaan 11 : Menyalin file
1.Mengkopi suatu file. Berikan opsi –i untuk pertanyaan interaktif bila file sudah ada.
$ cp /etc/group f1
$ ls –l
$ cp –i f1 f2
$ cp –i f1 f2
2.Mengkopi ke direktori
$ mkdir backup
$ cp f1 f3
$ cp f1 f2 f3 backup
$ ls backup
$ cd backup
$ ls
Percobaan 12 : Melihat isi file
1.Menggunakan instruksi cat
$ cat f1
2.Menampilkan file per satu layar penuh
$ more f1
$ pg f1
Percobaan 13 : Mengubah nama file
1.Menggunakan instruksi mv
$ mv f1 prog.txt
$ ls
2.Memindahkan file ke direktori lain. Bila argumen terakhir adalah nama direktori, maka berkas-berkas akan dipindahkan ke direktori tersebut.
$ mkdir mydir
$ mv f1 f2 f3 mdir
Percobaan 14 : Menghapus file
$ rm f1
$ cp mydir/f1 f1
$ cp mydir/f2 f2
$ rm f1
$ rm –i f2
Percobaan 15 : Mencari kata atau kalimat dalam file
$ grep root /etc/passwd
$ grep “:0:” /etc/passwd
$ grep student /etc/passwd
Operasi File dan Struktur Direktory
Percobaan 1 : Direktory
1.Melihat direktori HOME
$ pwd
$ echo $HOME
2.Melihat direktori aktual dan parent direktori
$ pwd
$ cd .
$ pwd
$ cd ..
$ pwd
$ cd
3.Membuat satu direktori, lebih dari satu direktori atau sub direktori
$ pwd
$ mkdir A B C A/D A/E B/F A/D/A
$ ls -l
$ ls -l A
$ ls -l A/D
4.Menghapus satu atau lebih direktori hanya dapat dilakukan pada direktori kosong dan hanya dapat dihapus oleh pemiliknya kecuali bila diberikan ijin aksesnya
$ rmdir B (Terdapat pesan error, mengapa ?)
$ ls -l B
$ rmdir B/F B
$ ls -l B (Terdapat pesan error, mengapa ?)
5.Navigasi direktori dengan instruksi cd untuk pindah dari satu direktori ke direktori lain.
$ pwd
$ ls -l
$ cd A
$ pwd
$ cd ..
$ pwd
$ cd /home/
$ pwd
$ cd /C (Terdapat pesan error, mengapa ?)
$ pwd
1.Perintah cp untuk mengkopi file atau seluruh direktori
$ cat > contoh
Membuat sebuah file
[Ctrl-d]
$ cp contoh contoh1
$ ls -l
$ cp contoh A
$ ls –l A
$ cp contoh contoh1 A/D
$ ls –l A/D
2.Perintah mv untuk memindah file
$ mv contoh contoh2
$ ls -l
$ mv contoh1 contoh2 A/D
$ ls –l A/D
$ mv contoh contoh1 C
$ ls –l C
3.Perintah rm untuk menghapus file
$ rm contoh2
$ ls -l
$ rm –i contoh
$ rm –rf A C
$ ls -l
Percobaan 3 : Symbolic Link
1.Membuat shortcut (file link)
$ echo "Hallo apa khabar" > halo.txt
$ ls -l
$ ln halo.txt z
$ ls -l
$ cat z
$ mkdir mydir
$ ln z mydir/halo.juga
$ cat mydir/halo.juga
$ ln -s z bye.txt
$ ls -l bye.txt
$ cat bye.txt
Percobaan 4 : Melihat Isi File
$ ls –l
$ file halo.txt
$ file bye.txt
Percobaan 5 : Mencari file
1.Perintah find
$ find /home –name “*.txt” –print > myerror.txt
$ cat myerror.txt
$ find . –name “*.txt” –exec wc –l ‘{}’ ‘;’
2.Perintah which
$ which ls
3.Perintah locate
$ locate “*.txt”
Percobaan 6 : Mencari text pada file
$ grep Hallo *.txt
Membuat HTTP Request di Ajax
Dalam coding JavaScript, jika Anda ingin memperoleh informasi dari database atau file di server, atau mengirim informasi ke server, anda perlu membuat sebuah bentuk HTML dan GET atau POST data ke server. Pengguna perlu klik "Kirim" tombol untuk mengirim / mendapatkan informasi, menunggu server untuk merespon, kemudian baru akan memuat halaman dengan hasil.
Karena server kembali halaman baru setiap kali pengguna mengajukan masukan, aplikasi web dapat berjalan lambat dan cenderung kurang user-friendly. Dengan AJAX, JavaScript Anda berkomunikasi langsung dengan server, melalui objek JavaScript XMLHttpRequest.
Dengan HTTP Request, halaman web dapat membuat permintaan untuk, dan mendapat jawaban dari web server - tanpa reload halaman. Pengguna akan tetap di halaman yang sama, dan dia tidak akan melihat bahwa script meminta halaman, atau mengirim data ke server di latar belakang.
Browser yang berbeda menggunakan metode yang berbeda untuk menciptakan objek XMLHttpRequest. Internet Explorer menggunakan ActiveXObject, sementara lainnya menggunakan browser built-in JavaScript objek disebut XMLHttpRequest.
Untuk membuat objek ini, dan menangani berbagai browser, kita akan menggunakan "Try and Catch" statement. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang statement try and catch di tutorial JavaScript. Berikut ini coding untuk membuat HttpRequest :
1.
XMLHttpRequest(). Code Ini digunakan untuk Firefox, Opera, dan Safari browser. Jika gagal, coba xmlHttp = new ActiveXObject ("Msxml2.XMLHTTP") untuk Internet Explorer 6.0 +, jika yang juga gagal, coba xmlHttp = new ActiveXObject ( "Microsoft.XMLHTTP") untuk Internet Explorer 5.5+.
Jika tiga cara tadi tidak bisa, kemungkinan browser yang digunakan user cukup usang dan dia akan mendapatkan peringatan yang menyatakan bahwa browser tidak mendukung AJAX.
Bab berikutnya menunjukkan bagaimana menggunakan objek XMLHttpRequest untuk berkomunikasi dengan server.
Selengkapnya...
KOMPUTER ANDA HANG atau tidak bisa digerakkan?? IT’S CALLED DEADLOCK
Mungkin diantara kita sering mengalami hal ini, komputer menjadi macet, tidak bisa melakukan proses apapun bahkan pergerakan mouse saja tidak ada. Inilah yang dinamakan deadlock atau istilah gaulnya adalah hang atau menggantung. Banyak dari kita yang langsung melakukan gerak cepat seperti menekan tombol CTRL + ALT + DEL untuk menampilkan task manager dan mematikan proses yang sekiranya menjadi penyebab terjadinya deadlock tersebut. Atau mungkin ada diantara kita yang ketika melihat komputernya macet, menunggu hingga berjam-jam berharap komputernya akan bekerja kembali, ternyata tidak. Bahkan ada pula yang langsung menekan tombol power lama-lama kemudian menyalakannya kembali atau me-restart-nya. Lalu apakah yang dimaksud dengan deadlock, penyebabnya dan bagaimana untuk menyelesaikannya akan dibahas pada artikel di bawah ini.
Pengertian Deadlock secara harfiah artinya adalah jalan buntu. Di dalam sistem operasi berarti suatu kondisi di mana tidak adanya komunikasi antar proses dimana sekumpulan proses itu tidak dapat berjalan kembali. Penyebab terjadinya adalah karena proses yang satu menunggu sumber daya yang sedang dipegang oleh proses lain yang sedang menunggu sumber daya yang dipegang oleh proses tersebut. Penyebab utama terjadinya deadlock adalah terbatasnya sumber daya yang akan digunakan oleh proses-proses. Tiap proses berkompetisi untuk memperebutkan sumber daya yang ada. Jadi deadlock berhubungan erat dengan tersedianya sumber daya dari komputer.
Karakteristik Deadlock
Menurut Coffman(1971) ada empat kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya deadloock. Dan keempat kondisi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, saling mendukung. Jadi jika tidak ada salah satu dari bagian ini maka tidak akan terjadi deadlock.
1.Mutual Eksklusif
Hanya ada satu proses yang bisa menggunakan sumber daya tersebut. Jika ada proses lain yang meminta sumber daya tersebut, maka proses itu harus menunggu sampai sumber daya dilepaskan.
2.Memegang dan Menunggu
Proses yang meminta sumber daya sudah memegang sumber daya lainnya(meminta sumber daya tambahan).
3.Tidak ada Preemption
Sumber daya yang sudah dialokasikan untuk sebuah proses tidak bisa diminta oleh proses lain. Sumber daya hanya bisa dilepaskan secara sukarela atau setelah proses tersebut selesai menggunakannya.
4.Circular Wait (menunggu berputar)
Kondisi seperti rantai yaitu saling menunggu sumber daya yang dipakai oleh proses yang menunggu sumber daya tersebut.
Pencegahan Deadlock
Pencegahan deadlock dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.Masalah Mutual Eksklusi
Kondisi ini tidak dapat dilarang, jika aksesnya perlu bersifat spesial untuk satu proses,maka hal ini harus didukung oleh kemampuan sistem operasi. Jadi diusahakan agar tidak menggunakan kondisi spesial tersebut sehingga sedapat mungkin deadlock dapat dihindari.
2.Masalah Kondisi Menunggu dan Memegang
Penanggulangan deadlock dari kondisi ini lebih baik dan menjanjikan, asalkan kita dapat memegang sumber daya untuk menunggu sumber daya lain, kita dapat mencegah deadlock. Caranya ialah dengan meminta semua sumber daya yang ia butuhkan sebelum proses berjalan. Tetapi masalahnya sebagian proses tidak mengetahui keperluannya sebelum ia berjalan. Jadi untuk mengatasi hal ini, kita dapat menggunakan algoritma bankir. Sistem operasi atau sebuah protokol mengatur hal ini. Hasil yang dapat terjadi adalah sumber daya lebih harus dispesifikasikan dan kelaparan sumber daya, atau proses yang membutuhkan sumber daya yang banyak harus menunggu sekian lama untuk mendapatkan sumber daya yang ia butuhkan.
3.Masalah tidak preemption
Hal ketiga ialah jangan sampai ada preemption pada sumber daya yang telah dialokasikan. Untuk memastikan hal ini, kita dapat menggunakan protocol. Jadi jika sebuah proses meminta sumber daya yang tidak dapat ia penuhi saat itu juga, maka proses mengalami preempted. Dengan kata lain ada sumber daya dilepaskan dan diberikan ke proses yang menunggu, dan proses itu akan menunggu sampai kebutuhan sumber dayanya dipenuhi. Cara lain yaitu dengan mengecek apakah sumber daya yang dicari proses tersedia atau tidak. Jika ada maka langsung dialokasikan tetapi jika tidak maka kita cek apakah ada proses lain yang sedang menunggu sumber daya juga. Jika ya maka kita ambil sumber daya dari proses yang sedang menunggu tersebut dan memberikan kepada proses yang meminta sumber daya tersebut. Jika tidak tersedia juga maka proses tersebut harus menunggu. Dalam menunggu beberapa dari sumber dayanya dapat saja dipreempted jika ada proses yang memintanya. Cara ini efektif untuk proses yang menyimpan dalam memory atau register.
4.Masalah lingkaran tunggu
Masalah ini dapat ditangani oleh sebuah protocol yang menjaga agar sebuah proses tidak membuat lingkaran sikus yang dapat mengakibatkan deadlock dengan cara memberikan penomoran kepada sumber daya, dan bila suatu proses meminta sumber daya lagi maka ia hanya dapat meminta sumber daya yang nomornya lebih tinggi dari yang ia minta sebelumnya.
Metode untuk Menangani Deadlock
Pada prinsipnya kita dapat menangani deadlock dengan beberapa cara:
1.Menggunakan protokol untuk pencegahan atau penghindaran deadlock, memastikan bahwa sistem tidak akan memasuki kondisi deadlock.
2.Kita bisa mendeteksi terjadinya deadlock lalu memperbaiki.
3.Kita juga bisa mengabaikan deadlock, hal ini dilakukan pada sistem operasi berbasis UNIX.
Untuk memastikan sistem tidak memasuki deadlock, sistem dapat menggunakan pencegahan deadlock atau penghindaran deadlock. Penghindaran deadlock membutuhkan informasi tentang sumber daya yang mana yang akan suatu proses meminta dan berapa lama akan digunakan. Dengan informasi tersebut dapat diputuskan apakah suatu proses harus menunggu atau tidak. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sumber daya, apakah ia sedang digunakan oleh proses lain atau tidak. Jika sebuah sistem tidak memastikan deadlock akan terjadi, dan juga tidak didukung dengan pendeteksian deadlock serta pencegahannya, maka kita akan sampai pada kondisi deadlock yang dapat berpengaruh terhadap performance system karena sumber daya tidak dapat digunakan oleh proses sehingga proses-proses yang lain juga terganggu. Akhirnya sistem akan berhenti dan harus direstart.
Selengkapnya...